Saat Saat Sakarotul Maut

liwei5bm_468x479

Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa
 berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) 
pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai
menangisi
 diri kalian sendiri�. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur�an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita
 berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: �Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang
 telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat
 mereka terbunuh�. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada
 dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah
 Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik
 benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang
 canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun
 kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh
 kebaikan, mereka mengatakan: �Ini adalah dari sisi Allah�, dan kalau
 mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: �Ini (datangnya) dari
 sisi kamu (Muhammad)�. Katakanlah: �Semuanya (datang) dari sisi Allah�.
 Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak
 memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: �Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
 sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
 dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata,
 lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan�. 
(QS al-Jumu�ah, 62: 8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
 Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang
 ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan
 pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat
 mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
 Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau
 dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang
 apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
 kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : �Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan
 tiga ratus pedang� (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : �Kematian yang paling ringan ibarat sebatang
 pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang
 pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang
 tersobek ?� (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .

Ka�b al-Ahbar berpendapat : �Sakaratul maut ibarat sebatang pohon
 berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki
 menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa 
semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa�.

Imam Ghozali berpendapat : �Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul
 maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga
 bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan
 dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar
 rambut dan kulit kepala hingga kaki�.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil
 yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia
 menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui
 gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara
 tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu
 kuburan. �Wahai manusia !�, kata pria tersebut. �Apa yang kalian kehendaki
 dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga
 kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.�

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap
 orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu
 dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang.
 Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang
 mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular,
 dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak
 dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu
 keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam
 tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau
 kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan
 bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar
 siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a�lam bis
 shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang
 keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika 
  mencabut nyawa  orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran
 perupaan Malaikatul
 Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau
 busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan
 pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api,
 ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah
 sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut
 rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima
 ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih
 dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
 menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,
 menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh
 kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia)
 lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang
 tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan
 memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya
 dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan
 merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
 zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat
 memukul dengan tangannya, (sambil berkata): �Keluarkanlah nyawamu�. Di
 hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena
 kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan
 (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS
 Al-An�am 6:93)

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan
 berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri
 (sambil berkata); �Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun�.
 (Malaikat menjawab): �Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
 telah kamu kerjakan�. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu
 kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang
 menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya
 wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan
 berkata, �Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang
 membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan
 membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami
 mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang
 baik ! � Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua
 malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang
 dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya
 Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.
 Rasulullah SAW pernah bersabda, �Tak seorangpun diantara kalian yang akan
 meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan
 diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka�.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang
 zhalim di neraka, �Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah
 engkau merasakan siksa neraka�. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat
 rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan
 menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: �Apakah yang telah
 diturunkan oleh Tuhanmu?� Mereka menjawab: �(Allah telah menurunkan)
 kebaikan�. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan)
 yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah
 sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang
 mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam
 surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah
 Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu)
 orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan
 mengatakan (kepada mereka): �Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga
 itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan�. (QS, An-Nahl, 16 :
 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga
 yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya,
 �Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah
 dalam masa-masa menunggumu�.

Wallahu a�lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya,
 berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk
 umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup,
 ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan
 jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.

Allahumma Amin..
Iklan

Cara MENGCOPY TEKS ARAB (AL QURAN) KE TEKS E-MAIL.

zam-bjn

Hmmm,,..
Baiklah,, mohon maaf sebelumnya apabila terdapat perbedaan cara dan tutorial.
Sebelumnya saya ingin menanyakan sbb :
1.. Dari format apa anda ingin mencopy text Alquran?
2.. Kemana anda akan mem-pastekannya?

Keterangan tentang hal itu belum anda jelaskan secara detail. Hal ini penting mengingat :
a.. Pada beberapa console email coorporate pada umunya hanya menggunakan plain text saja. Alhasil anda tidak akan bisa mempastekan kedalam bagan email tersebut text arab, kecuali anda menggunakan attachment. Contohnya pada concole email telkom.net. Solusinya anda ketik text email anda yang isinya bahasa arab tersebur dalam word dan attach-kam ke email anda.
Pada beberapa console email seperti YAHOO, GMAIL, telah menngunakan format rich text (html). Jadi anda bisa mempastekan text bahasa arab ke bagan email.
lihat gambar :

a.. Apabila anda menngunakan piranti Email-Client dengan protokol pop3 atau imap4 seperti Thunderbird, Outlook Express, Microsoft Outlook, Opera dst, Maka anda bisa mempastekan text arab sesuka anda. Tetapi perlu diperhatikan pada fitur Mail format harus di set pada rich text (html)
Lihat gambar : Contoh pada Windows Mail

Contoh pada Microsoft Outlook :
Seting dengan klik pada menu tool/option
/mail format :

a.. PERHATIAN..!
1.. Baca ulang dan pastikan text Alquran yang anda paste-kan adalah benar. Karna pada beberapa kasus apabila terjadi konfil pada setingan font walaupun text arab bisa di pastekan sering terjadi text arabnya terbalik seperti ini
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Menjadi
بْمَنِالرَّحِيمِ ِسْمِ اللَّهِ الرَ

Semoga berhasil..
Sukron

Makna Kemenangan dan Sukses Dunia-Akhirat

multazam Bojonegoro

multazam Bojonegoro

Kita perlu menelusuri motif diri kita yang paling dalam. Hal-hal apakah yang mampu menggerakkan diri kita untuk melakukan hal-hal yang besar, serta kemenangan apakah yang kita harapkan?
Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada yang bersifat jangka pendek. Sukses yang bersifat jangka panjang adalah kesuksesan negeri akhirat. Sedangkan sukses yang berifat jangka pendek adalah kesuksesan negeri dunia.
1. sukses yang bersifat jangka panjang
gambaran sukses negeri akhirat menurut Al Qur’an, secara besar dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian:
1. pertemuan dengan Tuhannya
2. mendapatkan ampunan akan kesalahannya
3. terbebas dari api neraka
4. tinggal di surga dengan segala keindahannya, dan secara otomatis dijauhkan dari neraka
2. sukses yang bersifat jangka pendek
gambaran sukses negeri dunia menurut bebrapa buku dan ensiklopedia bahwa kesuksesan manusia di dunia dikelompokkan menjadi 14 bagian:
1. peningkatan pekerjaan dan karier
2. kesehatan dan kenikmatan hidup
3. peningkatan keuangan dan rasa aman
4. keteguhan hati dan kepercayaan diri
5. kepribadian dan pergaulan dengan orang lain
6. kebahagiaan dan kedamaian akal budi
7. pengembangan diri dan pendidikan diri
8. sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri
9. disiplin diri dan penguasaan diri
10. cinta dan kehidupan keluarga
11. kaidah emas dan tanggung jawab
12. kawan dan persahabatan
13. matang secara altruistic (bermanfat bagi orang lain) dan menjadi tua secara mulus
14. kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan batin dan kebenaran jiwa)

Terjemah AL-HIKAM

BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH & AKHLAK MUSLIM
SYARAH AL-HIKAM Bahagian Pertama
Kata Pengantar Pendahuluan
1: Perbuatan zahir dan suasana hati 2: Ahli asbab dan ahli tajrid
3: Benteng takdir 4: Allah swt mengatur segala urusan
5: Matahati yang buta 6: Pengertian doa
7: Pengertian janji Allah swt 8: Jalan memperolehi makrifat
9: Ahwal menentukan amal 10: Ikhlas roh ibadat
11: Tiada kesempurnaan tanpa ikhlas 12: Uzlah pintu tafakur
13: Hijab yang halang perjalanan 14: Allah yang menzahirkan alam
15-24: Allah dan makhluk 25: Sikap orang bodoh
26: Menunda amal tanda kebodohan 27: Berpegang kepada makam

Misteri Terbelahnya Bulan

multazam

multazam

Makanya jangan kagum pada Amerika bisa ke bulan dan melihat fakta … bahwa bulan pernah terbelah… Subhanallah…. dan Daud Musa Pitkhok pun seorang peneliti Inggris akhirnya memilih Islam sebagai pegangan hidupnya.

Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)”

Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur’an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya:

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ.Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. ; Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung ; mukjizat secara ilmiah ? maka saya menjawabnya : Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan,
maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu
‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya,sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab > Allah hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.
Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa ; membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang
kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belahlah bulan, ..”

Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan
sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad,
engkau benar-benar telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir”orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”
Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!! !”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ….sampai akhir surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr.Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.”
Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan
Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…….”
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris.

Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, ” Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”. Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata,
“Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen
kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertani an. Jadi pendanaan
tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di
bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan
dana itu kepada siapapun.

Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, “Ternyata bulan > pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!

Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?”
Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan.
Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!

Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … (aku pun bergumam), “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq