Saat Saat Sakarotul Maut

liwei5bm_468x479

Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa
 berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) 
pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai
menangisi
 diri kalian sendiri�. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur�an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita
 berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: �Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang
 telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat
 mereka terbunuh�. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada
 dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah
 Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik
 benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang
 canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun
 kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh
 kebaikan, mereka mengatakan: �Ini adalah dari sisi Allah�, dan kalau
 mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: �Ini (datangnya) dari
 sisi kamu (Muhammad)�. Katakanlah: �Semuanya (datang) dari sisi Allah�.
 Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak
 memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: �Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
 sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
 dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata,
 lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan�. 
(QS al-Jumu�ah, 62: 8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
 Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang
 ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan
 pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat
 mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
 Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau
 dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang
 apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
 kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : �Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan
 tiga ratus pedang� (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : �Kematian yang paling ringan ibarat sebatang
 pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang
 pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang
 tersobek ?� (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .

Ka�b al-Ahbar berpendapat : �Sakaratul maut ibarat sebatang pohon
 berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki
 menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa 
semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa�.

Imam Ghozali berpendapat : �Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul
 maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga
 bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan
 dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar
 rambut dan kulit kepala hingga kaki�.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil
 yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia
 menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui
 gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara
 tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu
 kuburan. �Wahai manusia !�, kata pria tersebut. �Apa yang kalian kehendaki
 dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga
 kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.�

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap
 orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu
 dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang.
 Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang
 mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular,
 dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak
 dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu
 keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam
 tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau
 kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan
 bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar
 siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a�lam bis
 shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang
 keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika 
  mencabut nyawa  orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran
 perupaan Malaikatul
 Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau
 busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan
 pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api,
 ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah
 sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut
 rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima
 ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih
 dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
 menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,
 menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh
 kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia)
 lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang
 tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan
 memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya
 dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan
 merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
 zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat
 memukul dengan tangannya, (sambil berkata): �Keluarkanlah nyawamu�. Di
 hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena
 kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan
 (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS
 Al-An�am 6:93)

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan
 berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri
 (sambil berkata); �Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun�.
 (Malaikat menjawab): �Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
 telah kamu kerjakan�. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu
 kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang
 menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya
 wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan
 berkata, �Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang
 membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan
 membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami
 mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang
 baik ! � Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua
 malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang
 dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya
 Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.
 Rasulullah SAW pernah bersabda, �Tak seorangpun diantara kalian yang akan
 meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan
 diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka�.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang
 zhalim di neraka, �Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah
 engkau merasakan siksa neraka�. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat
 rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan
 menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: �Apakah yang telah
 diturunkan oleh Tuhanmu?� Mereka menjawab: �(Allah telah menurunkan)
 kebaikan�. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan)
 yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah
 sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang
 mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam
 surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah
 Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu)
 orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan
 mengatakan (kepada mereka): �Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga
 itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan�. (QS, An-Nahl, 16 :
 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga
 yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya,
 �Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah
 dalam masa-masa menunggumu�.

Wallahu a�lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya,
 berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk
 umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup,
 ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan
 jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.

Allahumma Amin..
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: